Rabu, 07 Oktober 2015

Kelahiran dan Perkembangan Filsafat Yunani

Kelahiran Filsafat Yunani



A. Asal usul kata ‘filsafat’ dan ‘filsuf’

  •   Berasal dari bahasa Yunaniphilosophia’ dan ‘philosophos’ yang berarti ‘pecinta kebijaksanaan
  •   Pertama kali digunakan oleh Pythagoras (abad 6 SM).
  •  Dialog Plato Phaidros: Orang bijaksana cocok untuk Dewa, sementara untuk manusia lebih cocok ‘pecinta kebijaksanaan’, krn pemilik kebijaksanaan melampaui kemampuan insani



B. Faktor-faktor yang mempengaruhi lahirnya filsafat

  • Keberadaan mitologi: melalui mitos manusia mencari keterangan ttg asal usul alam semesta dan kejadian dunia
  • Mitos Kosmogonis (asal usul alam)
  • Mitos Kosmologis (sifat kejadian alam semesta)
  • Kesusastraan Yunani berupa amsal, teka-teki, dongeng digunakan sebagai buku pendidikan rakyat.
  • Pengaruh ilmu pengetahuan dari Timur Kuno seperti Mesir dan Babilonia dalam astronomi, geometri.
C.      Peranan ‘Logos’ dalam kelahiran Filsafat



  • Mitologi Yunani berusaha menjawab persoalan alam semesta.
  • Sejak abad 6 SM, mulai mencari jawaban rasional tentang alam semesta.
  • Logos (akal budi, rasio, tuturan, bahasa) mengganti Mythos.
  • Kelahiran filsafat merupakan pergumulan panjang antara mythos dan logos.
  • Filsafat lahir saat logos mengalahkan mythos. Namun, ‘filsafat’ dimaksud baik filsafat dan ilmu pengetahuan, krn Filsafat’ = Pandangan Rasional tentang Segala-galanya.
  • Berangsur-angsur ilmu pengetahuan melepaskan diri dari ‘filsafat’, agar memperoleh otonomi
D.      Kaitan Sifat Bangsa Yunani dengan Kelahiran Filsafat




  • Segi Geografis: Daratan Yunani terdiri dari pegunungan gundul, maka mereka berusaha merantau.
  • Segi Sosial Politik: Bangsa Yunani selalu merasa diri lain dari bangsa lain/asing (barbaros).
  • Faktor penentu perbedaan bangsa Yunani dengan bangsa lain ialah kemerdekaan, artinya orang Yunani tidak hidup di bawah pemerintahan dengan kuasa mutlak
  • Orang Yunani berlainan dengan bangsa asing, karena ia hidup dalam Polis (negara kecil, negara kota, rakyat yang hidup di dalamnya).
  • Polis sebagai lembaga politik: pusat segala aktivitas ekonomi, sosial, politik, religious.
  • Polis sebagai latar belakang timbulnya filsafat
  • Tiga ciri polis yang menciptakan iklim kelahiran filsafat :
  • Dalam polis, logos mendapat kedudukan istimewa 
  • Suasana umum yang terbuka menandai kehidupan sosial di Yunani
  • Pengorganisasian polis membuat semua warga sederajat
  • Segi kultural: Bangsa pencipta filsafat & ilmu pengetahuan, juga menghasilkan kesenian yang mengagumkan. Bahasa Yunani bisa mengungkapkan suatu rationalitas tertentu.
E.       Sejarah Filsafat Yunani dan Kelahiran Filsafat
  • Pemikiran Yunani merupakan batu bangunan untuk kultur modern
  • Pemikiran ilmiah adalah temuan Yunani
  • Filsafat Yunani kuno punya posisi istimewa karena disitu ditemukan kelahiran filsafat. Belajar filsafat Yunani berarti menyaksikan kelahiran filsafat.
  • Ilmu sejarah mengalami kesulitan terhadap filsafat Yunani kuno, karena kurangnya sumber tertulis pemikiran filsuf.


Perkembangan Pemikiran Filsafat Yunani




  • Filsuf Pertama: Thales, Anaximandros, Anaximenes à menaruh perhatian pada alam & kejadian alamiah, tertarik pada perubahan alam.
  • Herakleitos - asas utama: api.
  • Pythagoras melihat segala sesuatu dapat diterangkan atas dasar bilangan.
  • Parmenides mempraktekkan cabang filsafat: metafisika (yang ada) à ”yang ada ada, yang tidak ada tidak ada”.
  • Demokritos: segala sesuatu terdiri dari bagian materi yang tidak bisa dibagi-bagi (atom).

Jaman Keemasan Filsafat Yunani



  • Athena dan Sofistik: Sofistik-kelompok yang fasih lidahnya dan berkeliling melatih kaum muda berpidato. Seorang sofis, Protagoras berpendapat manusia adalah ukuran untuk segala-galanya, semua dianggap benar dalam hubungan dengan manusia.
  • Sokrates (470-399): menentang ajaran kaum sofis. Ia membela ‘yang benar’ dan ‘yang baik’ sebagai nilai obyektif yang harus dijunjung tinggi oleh semua orang. Sokrates berjasa dalam menyelamatkan pemikiran filsafat Yunani.
  • Plato (427-347): dari kalangan bangsawan, kagum pada Sokrates dan terpengaruh olehnya. Menurut Plato, seluruh realitas dibagi dua ‘dunia’: dunia yg terbuka pada rasio, dan dunia yang hanya terbuka pd pancaindera
  • Plato: dunia pertama adalah ide-ide, dunia kedua adalah dunia jasmani. Dalam kaitan dengan manusia: digabungkan dua makhluk yang kodratnya berbeda, yaitu tubuh dan jiwa.
  • Aristoteles (384-322): walau dia menjunjung tinggi ajaran Plato, dia punya jalan sendiri. Dia mengkritik pendapat Plato tentang ‘ide’: yang ada ialah manusia ini dan manusia itu, jadi konkret. Tapi ide ‘manusia’ tdk ada dlm kenyataan.
  • Menurut Aristoteles, memang ada sesuatu yang umum dan tetap, tapi bukan dalam suatu dunia ideal melainkan dalam benda-benda jasmani itu sendiri. Ia kembangkan teori bentuk-materi à setiap benda jasmani terdiri dari dua: bentuk dan materi.
  • Tentang manusia, Aristoteles berbeda dengan Plato. Aristoteles menekankan kesatuan manusia (satu substansi yg terdiri dr bentuk dan materi), bentuk: jiwa, karena bentuk tidak lepas dari materi, maka bila manusia mati, jiwa hancur.

   Masa Helenistis
  • Masa Helenistis & Romawi: Alexander Agung mendirikan kerajaan besar mulai dari Yunani hingga wilayah Timur. Waktu ia wafat 323 SM, kekuatan politik pecah, tapi kebudayaan Yunani tetap eksis di daerah lain. Waktu itu muncul Mazhab Stoa didirikan oleh Zeno dari Kition.
  •   Stoa menunjuk pada serambi bertiang tempat Zeno mengajar. Pengikutnya disebut ‘stoisisme’. Menurutnya, jagat raya ditentukan oleh kuasa logos (rasio). Jiwa manusia ambil bagian dalam logos. Ia bisa bijaksana dan bahagia bila bertindak menurut rasio.
  • Epikurisme: dari Epikuros (341-270) berpendapat segalanya terdiri dari atom yang bergerak. Manusia bahagia, jika mengakui susunan dunia, dan mengikuti kehendak bebasnya.
  • Skeptisisme: dipelopori Pyrrho (365-275) berpendapat dalam bidang teoretis manusia tidak sanggup mencapai kebenaran.
  • Eklektisisme: suatu tendensi umum yang memetik bermacam unsur filsafat lain tanpa mencapai kesatuan pemikiran. Tokohnya ahli pidato Cicero dan Philo.
  • Neoplatonisme: Aliran yg menghidupkan lagi pemikiran Plato. Sintesa berbagai aliran saat itu, tapi pemikiran Plato dominan. Tokohnya Plotinos (203-269) yang pemikirannya berkisar pada konsep kesatuan.
  • Neoplatonisme à Plotinos: berpendapat Allah sebagai “yang satu”, semua berasal dari dan kembali ke ‘yang satu’. Maka seluruh realitas punya dua gerakan: dari atas ke bawah, dari bawah ke atas.

Pengantar Filsafat

PENGANTAR FILSAFAT






A. Pengertian Filsafat

- Etimologi ‘filsafat’: bhs Yunani ‘φιλοσοφια’ (philosophia), kata majemuk dari φιλοσ (philos) artinya kekasih/sahabat, dan σοφια (sophia) artinya kebijaksanaan/kearifan/ pengetahuan. Secara harafiah philosophia berarti mencintai kebijaksanaan/sahabat pengetahuan.






Definisi Filsafat


- Filsuf Pra-Sokratik: Filsafat adalah ilmu yang berupaya memahami hakikat (arkhe/asal mula) alam dan realitas dengan mengandalkan akal budi.

- Plato: Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berusaha meraih kebenaran asli dan murni.
- Aristoteles: Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang senantiasa mencari prinsip dan penyebab realitas yang ada.
- Rene Descartes, Filsuf Prancis: Filsafat adalah himpunan dari segala pengetahuan yang pangkal penyelidikannya ialah Tuhan, alam dan manusia.
- William James, filsuf Amerika: Filsafat adalah suatu upaya luar biasa hebat untuk berpikir yang jelas dan terang.

B. Asal Mula Filsafat

4 hal yang melahirkan filsafat


1. Kekaguman/keheranan (thaumasia):


• Aristoteles (metafisika) : karena kekaguman, manusia mulai berfilsafat

• Kekaguman mempunyai dua hal penting, ada yang di kagumi dan ada yang mengagumi
• Subjek kekaguman : manusia objeknya : segala sesuatu yang ada
• Immanuel Kant : kagum dengan bintang di langit dan moral dalam hatinya (coelum stellatum supra me, lex moralis intra me)     

2. Ketidakpuasan:


• Sebelum filsafat lahir, mitos berperanan besar. 

• Keterangan mitos tidak memuaskan manusia. 
• Ratio meninggalkan mitos, dan lahirlah filsafat yang mencakup seluruh ilmu pengetahuan.

3. Hasrat bertanya:


• Kekaguman melahirkan pertanyaan tak kunjung habis.     

• Pertanyaan membuat manusia melakukan pengamatan.
• Pertanyaan mengarah pada dasar dan hakikatnya, yang menjadi ciri khas filsafat. 

4. Keraguan (aphoria):


• Manusia bertanya karena masih meragukan kebenaran dari apa yang di ketahuinya

• Keraguan merangsang manusia untuk selalu bertanya, yang kemudian menggiring manusia berfilsafat.

C. Sifat Dasar Filsafat

- Berpikir radikal: berpikir mendalam utk mencapai akar permasalahan dan memperjelas realitas.

- Mencari asas: berupaya menemukan asas paling hakiki dr segala sesuatu.
- Memburu kebenaran: bisa dipersoalkan kembali demi meraih kebenaran yang lebih pasti.
- Mencari kejelasan: utk menghilangkan keraguan, guna meraih kejelasan intelektual (Geisler, Feinberg).
- Berpikir rasional: dengan ciri-ciri logis, sistematis dan kritis.

D. Peranan Filsafat

- Pendobrak: Filsafat mendobrak pintu tradisi yang sakral dan tak bisa diganggu gugat.

- Pembebas: Filsafat membebaskan manusia dari cara pikir mitis dan mistis.
- Pembimbing: Filsafat membimbing manusia berpikir secara sistematis dan logis.

E. Kegunaan Filsafat

- Bagi ilmu pengetahuan: Filsafat sebagai induk ilmu pengetahuan (mater scientiarum) telah melahirkan, merawat dan mendewasakan ilmu pengetahuan.

- Bagi kehidupan praktis: filsafat membantu manusia memahami apa arti, misalnya, nilai keindahan dalam arsitektur.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



3 Jenis Abstraksi

Tahap 1: Fisika (physos, alam)

Tahap 2: Matesis (matematika, pengetahuan, ilmu)
Tahap 3: Teologi (filsafat pertama)

Cabang-Cabang Filsafat


A. Filsafat tentang Pengetahuan





1. Epistomologi : pernyataan-pernyataan tentang kemungkinan pengetahuan, batas-batas pengetahuan, asal dan jenis jenis pengetahuan.

2. Logika : menyelidiki kesehatan cara berpikir, aturan-aturan mana yang harus dihormati supaya pernyataan-pernyataan sah.
3. Kritik ilmu-ilmu : - ilmu-ilmu formal (matematika dan logika)
                                  - ilmu-ilmu empiris formal (ilmu alam dan ilmu hayat)
                                  - ilmu-ilmu hermeneutis (sejarah dan ekonomi)

B. Filsafat tentang Keseluruhan Kenyataan





1. Metafisika Umum (Ontologi) : filsafat menyelidiki seluruh kenyataan

2. Metafisika Khusus : dibagi menjadi 3:
- Teologi : teologi metafisik berhubungan erat dengan ontologi dalam teologi metafisik diselidiki apa yang dapat dikatakan tentang adanya Tuhan, terlepas dari agama dan wahyu.
- Antropologi : cabang filsafat yang berbicara tentang manusia
- Kosmologi : filsafat alam berbicara tentang dunia.

C. Filsafat Tentang Tindakan





1. Etika : filsafat moral adalah cabang filsafat yang berbicara tentang praksis manusiawi atau tentang tindakan.

2. Estetika : cabang filsafat yang berbicara tentang keindahan.

Sejarah Filsafat

Mengajar jawaban-jawaban yang diberikan oleh pemikir-pemikir besar, tema-tema yang dianggap paling penting, aliran-aliran besar yang menguasai pemikiran, cara berpikir tentang manusia, tentang asal dan tujuan, tentang hidup dan kematian, tentang kebebasan dan cinta, tentang yang baik & jahat, tentang materi & jiwa, alam & sejarah. Pembagian filsafat secara sistematis yang didasarkan pada sistematika yang berlaku:
  • Metafisika (Filsafat tentang hal yang ada)
  • Epistemologi (teori pengetahuan)
  • Metodologi (teori tentang metode)
  • Logika (teori tentang penyimpulan)
  • Etika (filsafat tentang pertimbangan nilai)
  • Estetika (filsafat tentang keindahan)
  • Sejarah Filsafat (awal mula filsafat)

Panorama Sejarah Perkembangan Filsafat
1. Sejarah Perkembangan Filsafat di India
Filsuf & Sastrawan Rabindranath Tagore (1861-1941) berpendapat bahwa filsafat India berpangkal pada keyakinan bahwa ada kesatuan fundamental antara manusia & alam, harmoni antara individu & kosmos. Filsafat India dibagi dalam 5 periode besar:
  • Jaman Weda (2000-600 SM):  Masa Terbentuknya Literatur Suci, Masa Rite Korban & Spekulasi mengenai Korban, Masa Refleksi Filsafat dalam Upanishad. Yang terpenting dari Filsafat India adalah UPANISHAD. Tema ini berisi ajaran tentang Atman dan Brahman.
  •  Jaman Skeptisme (200 SM - 300 M): Reaksi terhadap Ritualisme & Spekulasi, Buddhisme & Jainisme, Kontrareformasi. Yang terpenting dalam Buddhisme adalah ajaran Gautama Buddha.
  • Jaman Puranis (300-1200): Pemikiran India abad pertengahan dikuasai oleh spekulasi teologis, mengenai  inkarnasi-inkarnasi dewa-dewa.
  • Jaman Muslim (1200-1757): Pengarang syair Kabir mencoba memperkembangkan suatu agama universal.
  • Jaman Modern (setelah 1757): Pengaruh Inggris di India mulai tahun 1757 memperlihatkan perkembangan kembali nilai-nilak klasik India, bersama dengan pembaharuan sosial. Nama terpenting adalah Raja Mohan Roy (1772-1833), yang mengajar suatu menoteisme berdasarkan Upanisad dan suatu moral berdasarkan khotbah di bukit dari Injil.


2. Sejarah Perkembangan Filsafat di China
Tema pokok perikemanusiaan. Pemikiran China lebih antroposentris & pragmatis. Diajarkan bahwa manusia menentukan nasibnya & tujuannya.

  • Jaman Klasik: Pada tahun 600 SM dan 200 SM. Sekolah terpenting pada jaman ini adalah:  Konfusianisme (hidup antara tahun 551 SM dan 497 SM, mengajar TAO-JALAN sebagai prinsip utama dari kenyataan adalah jalan manusia), Taoisme (diajarkan oleh Lao Tse -guru tua- hidup 550 SM. Menurutnya prinsip kenyataan obyektif, substansi abadi yang bersifat tunggal, mutlak dan tak ternamai), Yin-Yang (Yin itu Pasif-ketenangan, surga, bulan, air, perempuan | Yang itu Aktif-gerak, bumi, api, laki-laki), Moisme (didirikan oleh Mo Tse 500-400 SM, dia mengajarkan yang terpenting adalah cinta universal, kemakmuran untuk semua orang, dan perjuangan bersama untuk memusknahkan kejahatan), Ming Chia (sekolah nama-nama, menyibukkan diri dengananalisa istilah-istilah dan perkataan-perkataan), Fa Chia (sekolah hukum berpikir tentang soal-soal praktis dan politik)
  • Jaman Neo Taoisme & Buddhisme: Tao dibandingkan dengan Nirwana dari ajaran Buddha, yaitu transendensi di seberang segala nama dan konsep, diseberang adanya.
  • Jaman Neo Konfusianisme: Tahun 1000 M, Konfusianisme klasik menjadi ajaran terpenting.
  • Jaman Modern:  Sejak 1950 filsafat China dikuasai pemikiran Marx, Lenin, dan Mao Tse Tung. 3 tema daam filsafat China: harmoni, toleransi, perikemanusiaan. 

3. Sejarah Perkembangan Filsafat di Barat

Jaman Kuno (600 SM-400 M)
  • Permulaan: Sejarah Filsafat Barat dimulai di Milete, Asia Kecil, ahun 600 SM. Mereka mencari suati induk (arche) yang dianggap sebagai asal segala sesuatu. pada 500 SM, Phytagoras merupakan orang pertama yang menamai dirinya sebagai filsuf. Ajaran falsafinya mengatakan bahwa segala sesuatu tediri dari bilangan-bilangan: struktur dasar kenyatan itu adalah ritme. Herakleitos mengajarkan bahwa segala sesuatu mengalir (phanta rhei), maksudnya segala sesuatu berubah terus menerus. Parmenides mengatakan bahwa kenyataan justru tidak berubah, segala sesuatu betul ada sebagai suatu kesatuan mutlak.
  • Puncak Jaman Klasik: dicapai oleh Sokrates, Plato, dan Aristoteles. Filsuf Plato merupakan perdamaian dari ajaran Parmanides dan Herakleitos. Dalam dunia ide-ide segala sesuatu abadi, sedangkan dunia yang terlihat, dunia kita yang sempurna mengalami perubahan.
  • Hellenisme: Iskandar Agung  mendirikan kerjaan raksasa dari India Barat sampai Yunani & Mesir, kebudayaan Yunani yang membanjiri kerajaan ini disebut Hellenisme, yang berasal dari kata Hellas, Yunani. 3 aliran filsafat yang menonjol pada jaman ini adalah: Stoisisme, Epikurisme, Neo-Platonisme.
Jaman Patristik & Skolastik
  • Jaman Patristik: dari kata Latin -Patres- yang berarti Bapa-bapa Gereja. Dibagi atas Patristik Yunani ( Patristik Timur) dan Patristik Latin (Patristik Barat). Ajaran ini memeperlihatkan bahwa imansesuai dengan pikiran-pikiran paling dalam dari manusia
  • Jaman Skolastik: dari kata Latin scholasticus, yang berarti guru. Karena dalam periode ini filsafat diajarkan dalam sekolah-sekolah biara & universitas.
Jaman Modern 
  • Renesanse: Jembatan antara abad pertengahan & jaman modern, periode sekitar 1400-1600 disebut Renesanse (jaman kelahiran kembali)
  • Jaman Barok: Filsuf jaman ini R. Descartes, B. Spinoza, G. Leibniz. Filsuf ini menekankan kemungkinan akal budi (ratio) manusia. 
  • Fajar Budi: disebut Jaman Pencerahan. Filsuf pada jaman ini John Locke, G. Berkeley, J.J. Rousseau, Immanuel Kant, yang menciptakan sintese dari rasionalisme dan empirisme.
  • Romantik: Filsuf jaman ini berasal dari Jerman, yaitu J.Fichte, F. Schelling, G. Hegel. Aliran nya disebut idealisme, dimaksudkan mereka memprioritaskan ide-ide.
Jaman Sekarang (Post Modernisme)
  • Positivisme: Filsufnya A.Comte mengatakan bahwa pemikiran setiap manusia, pemikiran setiap ilmu dan pemikiran suku bangsa manusia pada umumnya melewati 3 tahap, yaitu tahap teologis, tahap metafisis, tahap positive ilmiah.
  • Marxisme: mengajarkan material dialektis, bahwa kenyataan akhirnya hanya terdiri dari materi yang berkembang melalui suatu proses dialektis.
  • Eksistensialisme: dipersiapkan pada abad ke-19 oleh S.Kierkegaard & F.Nietzche.
  • Fenomenologi: lebih ke suatu metode falsafi daripada suatu ajaran. Fenomenologi mengatakan bahwa kita harus memperkenalkan gejala-gejala dengan menggunakan intuisi.
  • Pragmatisme: Mengajarkan bahwa ide-ide tidak benar ataupun salah, melainkan ide-ide dijadikan benar atas suau tindakan tertentu.
  • Neo-Kantianisme & Neo-Tomisme: Neo-Kantianisme berkembang di Jerman, filsafat dalam aliran ini dianggap sebagai epistomologi dan kritik ilmu pengetahuan. Neo-Tomisme berkembang didunia Katolik, dinegara Eropa & Amerika, dengan eksistensialisme dan ilmu pengetahuan modern menjadi suatu aliran yang penting dan berpengaruh.

    Pemahaman Orang-orang Mengenai Filsafat

    Apa yang diketahui atau dipahami orang-orang mengenai filsafat?




    Filsafat merupakan kata-kata yang telah umum digunakan oleh berbagai orang di masyarakat pada masa ini, tapi apakah orang-orang tersebut sudah memahami atau mengetahui definisi dari filsafat secara benar dan tepat? Tergugah karena rasa keingintahuan mengenai hal tersebut (apakah masyarakat sudah dapat mendefiniskan filsafat secara tepat) kami dari kelompok Hegel mengadakan sejumlah wawancara untuk mengetahui hal tersebut, berikut ini adalah beberapa definisi dari filsafat yang kami dapatkan dari wawancara kami:

    1. Definisi filsafat menurut kak Febrina  : fenomena tentang manusia dan kehidupan.

    2. Definisi filsafat menurut kak Stefani Renata : Umumnya yang mempelajari tentang hal hal yang di luar akal pemikiran kita.

    3. Definisi filsafat menurut kak Genesius : Studi tentang fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis, Filsafat tidak dapat di alami eksperimen tetapi melalui pengalaman hidup.

    4. Definisi filsafat menurut kak Jessica: Ilmu yang mempertanyakan kembali segala sesuatu yang ada di dunia ini.

    5. Definisi filsafat menurut Asep : Ilmu yang sarat akan pertanyaan dan keingintahuan, ilmu yang tidak pernah berhenti menanyakan dan menggali baik ilmu yang sudah ada maupun yang belum.

    6. Definisi filsafat menurut Andi : Ilmu yang mengajarkan kita untuk memiliki pandangan hidup yang benar. Tidak melakukan perbuatan yang jahat. Hidup disiplin tau tata krama dan sopan santun.

    7. Definisi filsafat menurut Dewi : Filsafat adalah ilmu ilmu dasar yang mencakup keseluruhan ilmu yang ada.

    8. Definisi filsafaat menurut Edief : Sebuah ilmu yang membahas tentang pemikiran atau sudut pandang terhadap segala sesuatu, ilmu filsafat cendrung merisaukan dan memikiran hal hal yang dianggap remeh atau yang menurut orang awam tidak perlu dipikirkan, hal hal kecil tersebut akan di kupas tuntas dalam ilmu filsafat.

    Dari data yang berhasil kami kumpulkan mengenai pemahaman orang-orang dalam definisi filsafat, kami dapat mengambil kesimpulan bahwa orang-orang umumnya mendefinisikan filsafat sebagai ilmu yang terkait atau mempelajari seputar pemikiran abstrak, manusia, dan filsafat mencakup berbagai macam ilmu lainnya.




    Pemikiran Hegel dan Alasan Kami Memilih Hegel sebagai Nama Kelompok


    A. Siapa itu Hegel?




    Georg Wilhelm Friedrich Hegel atau yang biasa kita kenal sebagai Hegel adalah seorang filsuf kelahiran Jerman yang lahir pada akhir masa pencerahan (age of enlighment), tepatnya pada 27 Agustus tahun 1770 di Duchy, Wurttemberg, Barat Daya Jerman. Hegel merupakan salah satu filsuf yang sangat terkenal hingga masa ini karena pemikiran-pemikirannya yang cemerlang dan mampu memberikan sumbangan besar bagi perkembangan ilmu filsafat.

    B. Pemikiran Hegel yang Terkenal



    Tema fisafat Hegel adalah Ide Mutlak. Oleh karena itu, semua pemikirannya tidak terlepas dari ide mutlak, baik berkenaan dari sistemnya, proses dialektiknya, maupun titik awal dan titik akhir kefilsafatannya. Oleh karena itu pulalah filsafatnya disebut filsafat idealis, suatu filsafat yang menetapkan wujud yang pertama adalah ide (jiwa). 

    • Rasionalisme Hegel
    Hegel sangat mementingkan rasio, sehingga logika menduduki tempat paling tinggi dalam filsafat Hegel. Tetapi, logika yang dimaksud Hegel berlainan dengan logika tradisional yang basis dasarnya adalah “hukum Kontradiksi” (law of contradiction) : A adalah non-A. Karena Hegel menerima prinsip idealistis bahwa realitas seluruhnya harus di setarafkan dengan suatu subjek. Suatu dalil Hegel yang terkenal berbunyi: “semua yang nyata bersifat rasional, dan semua yang rasional bersifat nyatal”.

    Maksudnya ialah bahwa luasnya rasio sama dengan luasnya realitas. Realitas seluruhnya adalah proses pemikiran (Idea) yang memikirkan dirinya sendiri. Realitas seluruhnya adalah ruh yang lambat laun menjadi sadar akan dirinya.Sehingga yang khas dari logika Hegel adalah disadarkan atas keyakinan adanya suatu sintesis yang dicapai melalui metode dialetika: tesis, antitesis.

    • Metode Dialetika Hegel
       Hegel sangat mengagumi ucapan filsuf Yunani Herakleitos bahwa “pertentangan adalah bapa segala sesuatu”.Dengan metode dialetika ini, Hegel mensintesiskan antara filsafat idealisme subyektif (Fichte) dengan filsafat idealisme obyektif (Schelling) menjadi filsafat idealisme mutlak.
          
          Proses dialektika selalu terdiri atas tiga fase. Fase pertama (tesis) dihadapi antitesis (fase kedua), dan akhirnya timbul fase ketiga (sintesis). Dalam sintesis itu, tesis dan antitesis menghilang. Dapat juga tidak menghilang, dia masih ada, tetapi sudah diangkat pada tingkat yang lebih tinggi. Proses ini berlangsung terus. Sintesis segera menjadi tesis baru, dihadapi oleh antitesis baru, dan menghasilkan sintesis baru lagi, dan seterusnya. 

          Contoh Tesis, Antitesis, dan Sintesis:

         1. keluarga terdiri dari suami, isteri dan anak. Bagi suami sang isteri adalah yang lain dan bagi isteri sang suami adalah yang lain. Suami dan isteri merupakan dua kutub yang bertentangan  (tesis dan antitesis). Nah, lalu muncullah sang anak, dan anak inilah sintesisnya yang yang memperdamaikan suami dan isteri (tesis dan sintesis) tadi.
          
        2. Tesis : Negara diktator. Di Negara ini hidup kemasyarakatan diatur dengan baik, tetapi para warganya tidak mempunyai kebebasan apapun juga. 

    Antitesis : Negara anarki. Dalam Negara anarki para warganya mempunyai kebebasan tanpa batas, tetapi hidup kemasyarakatan menjadi kacau. 

    Sintesis : Negara konstitusional. Sintesis ini mendamaikan antara pemerintahan diktator dengan anarki menjadi demokrasi.

    C. Alasan kami memilih Hegel sebagai nama kelompok



    Alasan kelompok kami memilih Hegel sebagai nama kelompok kami adalah karena kelompok kami sangat mengagumi pemikiran Hegel yang sangat brilian dan dalam namun tetap dapat dipahami dengan mudah sehingga kami yang baru saja mengenal dunia filsafat dapat mengerti konsep dialektika Hegel tanpa hambatan yang berarti. Dialektika Hegel merupakan salah satu hal yang menumbuhkan kecintaan kelompok kami terhadap dunia filsafat.